Angka Kematian Ibu Turun, Anggota Dewan Apresiasi Kinerja Gasurkes KIA

SEMARANG (Asatu.id) – Kalangan anggota DPRD Kota Semarang sangat mengapresiasi kinerja Petugas Surveilans Kesehatan Ibu dan Anak (Gasurkes KIA) yang dibentuk Pemkot Semarang melalui Dinas Kesehatan.

Kinerja para Gasurkes KIA berdampak positif. Terbukti angka kematian ibu melahirkan di Kota Semarang terus menurun sejak lembaga itu dibentuk berdasar Perda No 2 Tahun 2015 tentang Kesehatan Ibu dan Anak.

Hal itu disampaikan anggota Komisi D DPRD Kota Semarang, Sugi Hartono, pada acara ”Pertemuan Monitoring dan Evaluasi Petugas Surveilans Kesehatan Ibu dan Anak (Gasurkes KIA) Tingkat Kota Semarang Tahun 2018”, di Gedung Balai Kota, Selasa (10/7).

Pada kesempatan itu, Sugi Hartono memaparkan, sejak dibentuk Gasurkes KIA, yang anggotanya terdiri dari para bidan profesional, angka kesehatan kalangan ibu dan anak meningkat. Sementara angka kematin ibu menurun secara signifikan. Hal itu membuktikan kinerja petugas yang serius, profesional dan tak kenal lelah.

“Dari data yang kami peroleh, angka kematian ibu pada 2015 tercatat 36, tahun 2016 sebanyak 32, tahun 2017 ada 23, dan 2018 sampai semester pertama bulan Juli tercatat 7 kasus. Penurunannya sangat signifikan. Kami dari dewan sangat apresiatif,” papar Sugi Hartono.

Politisi Partai Demokrat itu juga memaparkan beberapa bukti sebagai hasil dari profesionalitas kinerja para petugas Gasurkes KIA.

“Kami menilai kinerja petugas Gasurkes secara umum sangat bagus. Terbukti Kota Semarang jadj rujukan dan percontohan kota-kota lain. Pemerintah pusat juga mengapresiasi. Belum lama ini Kementerian Kesehatan memberi penghargaan. Kami berharap prestasi ini terus ditingkatkan,” pesan Sugi Hartono. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *