Penerimaan Siswa Miskin PPDB Tingkat SMA di Jawa Tengah Sebanyak 23,5 Persen

SEMARANG (Asatu.id) – Perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jateng sekaligus Kepala Balai Pengendalian Pendidikan Menengah dan Khusus (BP2MK) Wilayah Surakarta Jasman Indradno menjelaskan pemprov kini sudah mendirikan BP2MK di masing-masing wilayah untuk mempercepat pelayanan di bidang pendidikan.

Menurut dia, masyarakat jangan terlalu fokus pada sekolah-sekolah favorit, tapi lebih pada pendidikan karakter bagi anak-anak.

“Saya minta tolong kepada masyarakat saat penerimaan sekolah tahun ini tetap tenang. Yang jelas, pemerintah memberikan pelayanan, termasuk anak-anak miskin bisa bersekolah. Soal SKTM (surat keterangan tidak mampu) yang mampu menggeser anak-anak pintar dan kini ramai diperbincangkan, sebenarnya bukan kami (dinas pendidikan) yang mengeluarkannya, tapi dinas lain,” katanya.

Jasman menambahkan bagi anak-anak yang benar-benar miskin dengan disertai SKTM, gratis biaya sekolah dan tetap masuk ke sekolah yang dituju. Jumlah pendaftar yang menggunakan SKTM tersebut kemudian akan dilakukan penyaringan dengan kuota yang ada.

“Dan apabila daya tampung 100 dan pendaftar 150 maka dilakukanlah seleksi dari nilai akhir. Soal SKTM yang aspal (asli tapi palsu), hal itu memang harus diaudit. Saat ini akan dibentuk tim khusus untuk memverikasi SKTM tersebut, yang jumlahnya kini mencapai sekitar 62 ribu,” tegasnya.

Ditambahkan, dari total penerimaan siswa miskin pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) di Jawa Tengah kali ini, total ada sebanyak 23,5%. Jumlah ini dirasa cukup banyak namun Pemprov terus menyeleksi beberapa siswa miskin tersebut. (is)

12

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan