Kampung Tematik : Ada Mural Sejarah Kota Semarang di Kampung Djadoel

SEMARANG (Asatu.id) – Angkat sejarah Kota Semarang, Kampung Batik Tengah RT 4 RW 02 Kelurahan Rejomulyo, menjadi destinasi wisata baru Kampung Tematik di Kota Semarang.

Dengan memiliki konsep yang diberi nama Kampung Djadoel, warga sekitar mempercantik kawasan tempat tinggal mereka dengan mengangkat konsep budaya lokal salah satunya yakni kerajinan batik, pewayangan dan sejarah Kota Semarang dalam bentuk mural.

Sekretaris RT 4 RW 02 Kelurahan Rejomulyo Ignasius Luwiyanto mengatakan, Kampung Djadoel diinisiasi oleh warga sekitar yang ingin mengubah stigma negatif kampung menjadi kampung tematik yang memiliki pesan sejaran dan mendatangkan wisatawan.

“Jadi dulu kampung ini terkenal dengan kondisi lingkungan yang kurang aman, guyub rukun di kampung ini juga sangat kurang. Jadi dengan dibuatnya kampung tematik dengan 100 persen dana dari swadaya warga, ini Alhamdulillah sekarang warga semakin guyub,” katanya, kepada Asatu.id, Senin (9/7).

Lebih lanjut, Luwiyanto mengungkapkan, dengan semangat untuk memperkenalkan Kampung Djadoel kepada masyarakat, Akhirnya warga bahu membahu untuk mempercantik kampung, mereka sepakat menggambar tembok kampung atau mural bertema Adeging Kuta Semarang.

Tema tersebut menceritakan sejarah perjalanan berdirinya Semarang. Tak berhenti disitu warga pun melukis jalanan kampung 3dimensi agar lebih unik dan menarik.

“Proses muralnya Februari tahun lalu sampai April, total sepanjang 46 meter di 24 tembok rumah,” ungkapnya.

Gambar mural tersebut, menggunakan wayang beber sebagai tokoh sentral.  Harapannya, wayang-wayang tersebut mampu membeberkan atau menjelaskan terjadinya Kota Semarang dengan singkat dan jelas. Secara detail digambarkan diantaranya Pulau Tirang di Bergota, mendaratnya Laksamana Ceng Ho di Simongan, Kota Lama, proklamasi, Tugu Muda, Kauman, termasuk juga potensi-potensi yang ada di Semarang.

“Disini warga patungan untuk membeli cat, menggunakan wayang beber karena memang saat ini mulai terlupakan sehingga generasi muda bisa mengenal budaya asli Indonesia,” jelasnya.

Selain mural sejarah Kota Semarang, lanjut Luwiyanto, di Kampung Djadoel juga terdapat beberapa kegiatan budaya sepertihalnya pelatihan batik bagi wisatawan yang datang, bazar yang menghadirkan aneka jajanan tradisional khas Semarang, serta beraneka ragam permainan tradisional.

“Ada juga spot untuk selfie yang di bangun oleh warga, karena kebutuhan foto-foto masyarakat semarang yang sedang booming yaitu selfie,” ungkapnya.

Selain itu, untuk memperkental nilai kebudayaan, ditengah kampung juga dibangun spot pagelaran wayang mini. Sementara warga juga membuka gerai batik sebagai oleh-oleh meski menggunakan rumah sederhana mereka sebagai galeri. Totalnya ada sekitar tiga gerai batik, ada pula rumah yang menjual kuliner dan kerajinan tangan lainnya.

“Setiap akhir pekan mulai ramai wisatawan lokal maupun mancanegara yang datang untuk belajar membantik. Selfie ria, bahkan melakukan tour wisata,” imbuhnya. (bud)

26

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan