Said Aqil Siradj: NU Harus Tetap Jadi Pilar Negara

SEMARANG (Asatu.id) – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (NU), Said Aqil Siradj mengatakan, menjelang satu abad, tantangan yang akan dihadapi NU akan semakin berat. Terutama tantangan dalam membantu membentengi ideologi bangsa, yakni Pancasila dan UU 1945.

“Untuk itu NU harus tetap menjadi pilar negara, bumpernya konstitusi. Saya berharap NU Jateng dapat memberikan hal-hal positif untuk membangun masyarakatnya,” kata Said Aqil dalam sambutannya, saat membuka Konferwil NU Jateng ke 15 di Pondok Pesantren Miftahul Huda, Desa Ngroto, Kecamatan Gubug, Grobogan.

Konferwil berlangsung Sabtu hingga Minggu (8/7) dinihari. Pembukaan dihadiri Kapolda Jateng Irjen (Pol) Condro Kirono, Staf Khusus Kepresidenan, Abdul Goffar Rozin, mantan Ketua PWNU Achmad, mantan Gubernur Jateng Ali Mufiz, dan Ketua Umum MUI Jateng Ahmad Darodji.

Secara khusus, Said Aqil Siradj meminta masukan dari anggota dan pengurus Jawa Tengah mengenai perkembangan NU di masa mendatang. Apalagi organisasi kemasyarakatan itu hampir berusia satu abad.

Said Aqil Siradj paham betul, kekuatan terbesar di suatu negara terletak pada organisasi kemasyarakatan. Menurutnya, beberapa negara besar di Eropa, Amerika, dan Timur Tengah begitu membutuhkan kekuatan tersebut.

“Indonesia memiliki banyak organisasi kemasyarakatan dan NU merupakan salah satu yang terbesar. Dengan anggota lebih dari 91,4 juta jiwa, sumbangsih NU sangat dibutuhkan dan ditunggu masyarakat dalam negeri mau pun internasional,” papar Said Aqil Siradj. (bud)

19

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan