Pengembangan Kawasan Kota Lama, BPK2L Terus Cari Pemilik Gedung Marba dan GKBI

SEMARANG (Asatu.id) – Badan Pengelola Kawasan Kota Lama (BPK2L) saat ini terus menelusuri pemilik Gedung Marba dan Gedung Koperasi Batik Indonesia (GKBI). Hal ini mengingat pemilik dari kedua gedung tua itu belum diketahui.

Ketua Badan Pengelola Kawasan Kota Lama (BPK2L), Hevearita G. Rahayu, Mengatakan kedua gedung tersebut berukuran cukup besar dan memiliki lokasi yang strategis.

“Masih dilakukan komunikasi dengan pihak pihak terkait untuk mencari siapa pemilik gedung itu. Ini salah satu upaya juga untuk memaksimalkan pemanfaatan gedung tua yang ada di kawasan kota lama. Kalau tidak diketahui pemiliknya, lalu jika ada investor yang meminati susah untuk ditindaklanjuti,” katanya, Sabtu (7/7).

Lebih lanjut, Ita yang juga menjabat sebagai Wakil Walikota Semarang itu mengungkapkan, saat ini sekitar 80 persen bangunan yang berada di kawasan Kota Lama telah diketahui pemiliknya.

“Terakhir kemarin kan gedung PT PPI yang saat ini sedang dilakukan revitalisasi,” ungkapnya.

Dia menerangkan, Gedung Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) pemilik sudah melakukan perizinan. Menurutnya pemilik gedung tersebut sudah bekerjasama dengan PT T aman Wisata Candi Borobudur untuk dibuat hotel, cafe, kantor dan indor teater.

”Mayoritas kalau yang sudah tahu kondisi Kota Lama saat ini para pemilik antusias untuk memanfaatkan gedung yang mereka miliki. Jadi nanti lengkap ada semua di Kota Lama,” imbuhnya.

Sementara menurut data Bappeda Kota Semarang luas wilayah Kota Lama 40 hektare. Terdapat sebanyak 245 unit bangunan yang sekitar 177 unit merupakan milik pribadi dan  68 milik perusahaan. (bud)

28

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan