Kapolda Jateng Perketat Pengawasan di Perbatasan Jatim

SEMARANG (Asatu.id) – Kapolda Jateng, Irjen Pol Condro Kirono, menginstruksikan kepada jajarannya untuk memperketat penjagaan dan melakukan razia, terutama di daerah perbatasan dengan Jawa Timur.

Langkah itu dilakukan sebagai upaya pengamanan untuk mempersempit ruang gerak terduga teroris Anwardi, pemilik bom di Pasuruan, Jatim yang meledak 5 Juli 2018 lalu.

Bom meledak sebanyak empat kali di rumah kontrakan Anwardi di Bangil, Pasuruan sekitar pukul 11.30 WIB. Ledakan itu mengakibatkan mengakibatkan anak Anwardi terluka. Anwardi sendiri langsung kabur, sementara istrinya  ditangkap polisi untuk dimintai keterangan.

Sejak kejadian itu, Kapolda Jateng langsung menginstruksikan jajarannya untuk lebih sering melakukan razia, karena dimungkinkan Anwardi kabur masih dengan membawa bom.

“Sudah kami perintahkan terutama kepada Polres yang berbatasan dengan Jatim seperti Wonogiri, Sragen, dan Rembang untuk lebih sering melakukan razia,” kata Kapolda.

Kapolda juga meminta seluruh jajaran kepolisian lain di Jateng untuk melakukan penguatan kewaspadaan dan siaga. Jadi tidak hanya minta resor-resor di perbatasan saja yang harus waspada.

Di sampiing itu, Kapolda mengaku telah melakukan koordinasi dengan Pangdam IV Diponegoro untuk memback up langkah jajaran kepolisian.

“Kami berkoordinasi dengan TNI untuk menggerakkan satuan terdepannya. Sebab Jateng adalah provinsi yang berbatasan langsung  dengan Jatim. Tidak menutup kemungkinan tersangka kabur melalui Jateng atau daerah yang lain. Kami harus tingkatkan pengamanan dan kewaspadaan,” tegasnya. (bud)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *