Perawatan Kota Lama Pasca Revitaliasasi Perlu Diperhatikan

SEMARANG (Asatu.id) – Perlu adanya penanganan khusus setelah pembangunan kawasan Kota Lama selesai pada akhir Desember 2018 mendatang. Hal ini mengingat pembangunan kawasan Kota Lama menghabiskan biaya yang cukup besar.

Ketua Badan Pengelolaan Kota Lama (BPK2L), Heverita G. Rahayu mengaku ada dua hal yang menjadi tantangan setelah revitalisasi selesai pada tahun 2019 nanti. Pertama yakni soal perawatan.

“Jangan sampai sudah di buatkan oleh Kementrian PUPR dengan biaya yang besar, kemudian kita nanti merawatnya tidak bisa. Jadi harus kita rawat betul sehingga nantinya Kota Lama bisa menjadi destinasi wisata yang luar biasa,” Katanya, Saat melakukan tinjauan langsung di kawasan Kota Lama, Kamis (5/7).

Kedua, Menurut Ita yang juga menjabat sebagai Wakil Walikota Semarang itu mengungkapkan, Tugas dari Pemerintah Kota Semarang yakni mencari beberapa pemilik gedung yang saat ini belum bisa ditemukan. Menurutnya, saat ini sudah sekitar 80 persen pemilik gedung yang bisa dikontak dalam hal pemanfaatan bangunan cagar budaya tersebut.

”Kami juga terus menggerakan dan mendorong kepada pemilik gedung untuk melakukan revitalisasi. Mayoritas mereka antusias karena melihat kondisi saat ini,” ungkapnya.

Selain itu, untuk memberikan kesan teduh di kawasn Kota Lama, pihaknya akan menambah beberapa tanaman khususnya di sepanjang Jalan Letjen Suprapto.

“Khusus di jalan Letjen Suprapto kita akan buat jalur bunga, dan juga menambah beberapa pohon besar sehingga kota lama akan terlihat lebih teduh,” imbuhnya. (bud)

27

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan