Warga Serahkan Ikan Jenis Invasif ke Balai Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu Kota Semarang

SEMRANG (Asatu.id) – Balai Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BKIPM) Kota Semarang menerima beberapa jenis ikan invasif yang di pelihara oleh warga. Hal ini menyusul himbauan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti agar masyarakat menyerahkan ikan peliharaan jenis invasif.

Kepala BKIPM Kota Semarang Gatot R Perdana mengatakan, pihaknya saat ini sudah menerima beberapa jenis ikan invasif yang diserahkan langsung oleh warga.

“Ada 10 ikan piranha dan empat ekor ikan jenis aligator yang diserahkan kepada kami, kami buka batas penyerahan dari tanggal 1 juli lalu, nantinya hingga 31 juli 2018 mendatang,” katanya, Rabu (4/7).

Sementara pemilik dari ke 14 ikan tersebut, Gatot mengungkapkan 10 ikan jenis piranha adalah milik penyuka ikan hias dan empat ekot ikan jenis aligator milik Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah.

“Ada 152 daftar ikan invasif yang dilarang untuk di pelihara, dan kedua jenis ikan yang sudah diserahkan kepada kami itu termasuk ikan yang dilarang untuk dipelihara,” ungkapnya.

Beberapa jenis ikan berbahaya dan invasif menurut Gatot, yakni ada aligator, piranha, sapu-sapu, arapaima dan tiger fish. Untuk ikan invasif jenis arapaima, yang sempat geger ditemukan warga Sungai Brantas Jatim, pihaknya belum menerima dari masyarakat.

“Sesuai Permen KP Nomor 14 jenis aligator, piranha, dan arapaima memang menjadi habitat yang dilarang untuk dirawat dan dilepasliarkan.  Karena bisa berdampak buruk terhadap ekosistem tersebut serta membahayakan manusia yang ada di wilayah perairan,” terangnya.

Dampak buruknya, lanjut Gatot, karena bersifat invasif, karnivor, kanibal dan sangat rakus, jika dilepas diperairan akan merusak sosio ekosistem ikan endemik Indonesia.

“Sementara ini ikan yang sudah kami terima, kami tampung terlebih dahulu sembari menunggu instruksi dari pusat apa nanti dimusnahkan atau untuk bahan penelitian nanti tergantung pusat,” imbuhnya. (bud)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *