Pendaftaran Bacaleg, PN Semarang Dipenuhi Pencari Surat Keterangan Tidak Pernah Dipidana

SEMARANG (Asatu.id) – Puluhan bahkan ratusan Bakal Calon Anggota Legislatif (Bacaleg) baik untuk tingkat provinsi, kabupaten dan kota di Jawa Tengah, sejak akhir pekan kemarin mendatangi Pengadilan Negeri (PN) Semarang, di Jalan Siliwangi.

Tujuan para Bacaleg tersebut untuk mengajukan permohonan surat keterangan (Suket) tidak pernah dipidana dan dicabut hak pilihnya, sebagai syarat pendaftaran calon wakil rakyat.

Humas PN Semarang, Saenal menuturkan, dalam sehari ada 80 sampai 100 orang yang mengajukan permohonan surat keterangan tidak pernah dipidana dan dicabut hak pilihnya tersebut.

Banyaknya permintaan itu mengakibatkan pelayanan Suket tidak bisa jadi dalam sehari.  Paling tidak butuh waktu tiga sampai empat hari.

“Permohonan Suket itu bersifat insidentil, bukan rutinitas. Artinya tidak diminta jika tidak ada pendaftaran. Kami harus membuka register. Hal ini untuk menjamin kebenaran pemohon tidak pernah dipidana,” kata Saenal, Kemarin.

Sementara Kasubag Umum dan Keuangan PN Semarang, Sutedjo membenarkan bahwa pengajuan surat keterangan tidak pernah dipidana dan dicabut hak pilihnya bersifat insidentil, bukan rutinitas.

“Selama ini pengajuan surat keterangan tidak pernah dipidana kebanyakan untuk syarat pendaftaran calon anggota Legislatif (DPR), anggota DPD, Bupati atau Walikota, bahkan Gubernur Jateng. Selain itu, ada juga yang mengajukan untuk syarat keterangan pailit, syarat daftar Bawaslu dan KPU,” katanya. (bud)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *