Komisioner KPID Tazkiyatul Mutmainnah Resmi Diberhentikan

SEMARANG (Asatu.id) – Tazkiyatul Mutmainnah resmi diberhentikan sebagai komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Tengah. Sebelumnya, di lembaga independen itu yang bersangkutan menjabat sebagai Koordinator Isi Siaran.

Ketua KPID Jateng, Budi Setyo Purnomo membenarkan hal itu. Di sisi lain Budi mengaku sangat kecewa atas kasus yang menimpa Iin, panggilan akrab Tazkiyatul Mutmainnah. Menurutnya, baru kali ini ada pelanggaran fatal terkait integritas kelembagaan yang independen.

“Sebenarnya ya kecewa. Baru kali ini ada pelanggaran yang fatal. Beliau (Tazkiyatul) secara tersirat belum ada maaf ke kami. Itu bagian dari resiko politik,” katanya.

Tazkiyatul Mutmainnah terbukti menjadi tim sukses pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Tengah nomor 2, Sudirman Said dan Ida Fauziyah.

Budi juga menjelaskan, Iin secara resmi diberhentikan sejak 26 Juni 2018 lalu. Pemberhentian itu pun tidak semata dilakukan internal KPID, melainkan melalui proses pengkajian ke DPRD Provinsi Jawa Tengah, selaku pemilih komisioner.

Lewat proses di DPRD, akhirnya disimpulkan bahwa pelanggaran yang dilakukan Iin tergolong fatal. Selanjutnya pihak legislatif mengusulkan pemberhentian ke Plt Gubernur kala itu, Heru Soedjatmoko.

“Proses masalah itu sudah sejak April 2018 lalu, bukti-bukti sudah lengkap. Mungkin Pak Heru (Plt Gubernur) tidak sempat menandatangani, kemudian dikembalikan ke Gubernur yang sekarang,” tutur Budi.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *