Dari Tahun 2011, Pemkot Semarang Pugar 10 Ribu Unit Rumah Tidak Layak Huni

SEMARANG (Asatu.id) – Sejak tahun 2011 hingga saat ini, sekitar 10 ribu unit rumah tidak layak huni di pugar oleh Pemerintah Kota Semarang.  Perbaikan rumah tidak layak huni tersebut melalui program Pemerintah kota yakni Bedah Rumah.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Semarang  Muthohar mengatakan, secara bertahap dari tahun 2011 lalu, pihaknya melakukan pemugaran terhadap rumah-rumah yang memiliki kriteria tidak layak huni.

“Sudah ada sekitar 10 ribu unit lebih rumah yang sudah di pugar melalui program bedah rumah itu, Harapanya 2021 Semarang bebas dari rumah tidak layak huni,” katanya, Rabu (4/7)

Lebih lanjut Ia mengungkapkan, sumber pendanaan dari program bedah rumah tersebut menggunakan dana APBD, dan juga dukungan dari Pemerintah Provinsi, Pemerintah Pusat dan juga  Corporate Social Responsibility (CSR).

“Di tahun 2018 sudah kita anggarkan sebanyak 1063 unit rumah, yakni sumber dana berasal dari APBD Kota 500 unit, lalu dari Dana Alokasi Khusus (DAK) 362 unit dan dari Bantuan Stimulan perumahan swadaya ada 100 unit, jadi total 1063 unit di tahun 2018,” ungkapnya.

Terkait besaran bantuan yang diberikan, Muthohar mengungkapkan, masing-masing rumah dianggarkan Rp 15 juta.

“Masing-masing rumah itu mendapat bantuan Rp 15 juta yang pembagianya yakni  Rp 12,5 juta untuk material dan Rp 2,5 juta  diperuntukan untuk tenaga,” jelasnya.

Sementara itu, untuk tahun 2019 Lanjut Muthohar, jumlah unit rumah yang akan dipugar mengalami peningkatan, yakni dari sebelumnya hanya 1063 unit menjadi 1500 unit rumah.

“2019 ada peningkatan, kita anggarkan untuk 1500 unit rumah tidak layak huni.  Ini untuk menutup target harapan bahwa, 2021 Kota Semarang bebas dari Rumah tidak layak huni,” ungkapnya. (bud)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *