Ini Alasan DLH Kota Semarang Naikkan Tarif Retribusi Pelayanan Persampahan

SEMARANG (Asatu.id) – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang telah menaikkan tarif retribusi untuk pelayanan persampahan/kebersihan dan retribusi penyediaan dan/atau penyedotan kakus serta jasa laboratorium sejak 1 Juli 2018 kemarin.
Kenaikan tarif retribusi ini diterapkan berdasar pada peraturan Wali Kota (Perwal) Semarang Nomor 18 Tahun 2018 tentang Perubahan Tarif Retribusi Pelayanan Persampahan/Kebersihan dan Retribusi Penyediaan dan/atau Penyedotan Kakus.
Kasi Pengembangan Potensi dan Kemitraan Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang Eko Roesminingsih mengungkapkan perubahan tarif tersebut diterapkan setelah enam tahun tidak dilakukan tinjauan.
“Selain itu perubahan tarif ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Setiap tahun target PAD terus meningkat kalau kita tidak melakukan perubahan tarif kita tidak mungkin bisa mencapai target,”ungkapnya saat ditemui Asatu.id, Selasa (3/7).
Seperti pada tahun 2017 lalu, lanjut dia, targetnya ditentukan sebesar Rp 13 Miliar per tahun, sedangkan realisasinya bisa mencapai target hingga sebesar Rp 16 Miliar setelah dilakukan perubahan anggaran.
“Pada tahun 2018 ini target kami sebesar Rp 17 Miliar untuk itu DLH Kota Semarang akan terus lakukan upaya yakni dengan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, seperti misalnya pada pelayanan persampahan,”ujarnya
Misalnya kata dia, perbaikan fasilitas pengangkutan sampah dengan melakukan penggantian kontainer yang sudah jelek akan digantikan dengan yang baru, serta lebih ditingkatkan lagi untuk pengelolaan sampah di tempat pembuangan akhir (TPA) Jatibarang.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *