62 Kios PKL Kalipancur Dibongkar

SEMARANG (Asatu.id) – Sebanyak 62 kios Pedagang Kaki Lima (PKL) di Jalan Abdulrahman Saleh dan Untung Suropati, Kalipancur akhirnya dibongkar, Selasa (3/7). Sesuai kesepakatan sebelumnya, para pedagang yang menempati kios itu diberi batas akhir pembongkaran maksimal Senin, 2 Juli 2018.

Namun sampai dengan batas akhir ternyata masih banyak bangunan kios yang berdiri. Akhirnya personel Satpol PP dibantu bidang Ketentraman dan Ketertiban Umum (Tantribum) Kelurahan dan Kecamatan Ngaliyan serta anggota TNI-Polri melakukan perobohan bangunan.

Proses pembongkaran kios oleh aparat juga berlangsung lancar, tidak ada perlawanan dari pedagang. Mereka seakan menyadari bahwa selama ini telah menyalahi aturan dengan berdagang di bahu jalan atau trotoar.

“Pembongkaran harus dilakukan karena daerah sekitar akan dilebarkan. Apalagi lokasi jualan lara PKL juga menyalahi Perda 11 tahun 2000 tentang Pembinaan dan Penataan PKL,” kata Kasi Bimbingan dan Penyuluhan Satpol PP Kota Semarang, Karsidin, di sela-sela pembongkaran kios.

Satu unit crane dikerahkan petugas Satpol PP untuk merobohkan kios-kios milik PKL. Pembongkaran itu sebenarnya direncanakan sebelum puasa lalu. Namun para PKL meminta penangguhan hingga setelah Lebaran dengan alasan ingin mremo.

“Sebelumnya kami sudah melayangkan surat peringatan sebanyak tiga kali. Karena tidak ada respon maka sesuai aturan kami lakukan pembongkaran dan perobohan kios secara keseluruhan,” ujar Karsidin.

Selama ini jalur di depan kios PKL diketahui cukup padat dan sering macet, sehingga perlu dilebarkan. Kalau sudah jadi, jalur tersebut bisa digunakan sebagai jalur alternatif menuju Mijen dan Ungaran. (is)

 

21

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *