Meski Kalah, Suara Pasangan Sudirman-Ida Melonjak Drastis. Ternyata Ini Analisanya

SEMARANG (Asatu.id) – Suara dukungan untuk pasangan Sudirman Said-Ida Fauziyah pada Pilgub Jateng 2018 melonjak drastis, melebihi prediksi beberapa lembaga survei sebelumnya.

Pasangan cagub-cawagub nomor urut 2 itu mampu meraih suara di atas 40 persen, meski hasil akhirnya masih kalah dengan pasangan nomor urut 1, Ganjar Pranowo-Taj Yasin yang meraih suara 58 persen lebih.

Menurut Founder Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, lonjakan suara pasangan Sudirman-Ida bisa terjadi karena kombinasi beberapa variabel.

Pertama, seminggu terakhir sebelum hari pencoblosan, terjadi mobilisasi dukungan yang efektif untuk Sudirman-Ida di Jateng. Dan kedua, mobilisasi Sudirman-Ida di Jateng berhasil mengambil mayoritas telak pemilih yang masih mengambang.

Dari catatan lembaga survey itu, suara yang masih mengambang untuk Pilgub Jateng masih ada sekitar 33 persen. Ini gabungan suara yang belum menentukan dan suara yang masih ragu.

Dan dari jumlah itu, pasangan Sudirman-Ida dalam mobilisasi seminggu terakhir mampu meraup 28-29 persen, sehingga total suaranya tampak melonjak drastis.

Kondisi yang terjadi di Pilgub Jateng sama dengan di Pilgub Jabar. Pasangan nomor urut 3, Sudrajad-Ahmad Syaiku (Asyik) juga meraih angka signifikan, melebihi prediksi lembaga survey sebelumnya.

Pertanyaanya, dari 177 Pilkada serentak 2018, mengapa hanya Jabar dan Jateng yang heboh? Menurut Denny JA, karena di dua wilayah itu aura Pilkada sudah terasa sebagai aura Pilpres.

Pasangan Asyik di Jabar dan Sudirman-Ida di Jateng sangat tegas posisinya. Maksudnya, jika menang mereka siap mengusung #2019GantiPresiden. Wallahu alam. (is)

 

52

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *