Unika Kunjungi Sentra Kain Tenun Sumbawa

SEMARANG( Asatu.id) Dosen Universitas Katholik (Unika) Soegijapranata Dr Rustina Untari didampingi Rektor Unika Prof Dr Ridwan Sanjaya mengunjungi sentra kain tenun Sumba di wilayah Lambanapu dan Prailiu di Kota Waingapu, Sumba Timur.  Kedatangan mereka ini merupakan bagian dari penelitian yang didanai oleh hibah Kemenristekdikti melalui skema Penelitian Kerjasama Luar Negeri.

“Kain tenun Sumba yang sudah terkenal di dunia, seringkali tidak disadari potensinya oleh masyarakat lokal. Padahal dengan kekuatan warna alami yang turun-temurun di wilayah Lambanapu, Prailiu, dan sekitarnya, dapat menjadi nilai tambah bagi pemasaran di pasar global,” ujar Untari kepada Asatu.id, Jumat (29/6).

Salah satu tujuan dari penelitian tersebut adalah untuk memperluas akses dan kemungkinan bagi perajin kain tenun Sumba untuk bisa memasarkan karyanya sampai ke tingkat global. Beberapa perajin kain tenun yang belum memiliki jejaring luas, dikenalkan pada e-marketplace atau pasar digital yang paling mudah untuk digunakan oleh perajin dengan latar belakang teknologi yang minimal.

“Akses terhadap ICT, juga perlu dikuasai oleh perajin agar dapat secara mandiri mengenalkan produknya ke masyarakat luas. Apalagi teknologi informasi bukan merupakan hal yang benar-benar asing bagi masyarakat Sumba. Salah satu operator telepon seluler milik pemerintah juga telah menyediakan layanannya di sana. Sedangkan penggunaan telepon cerdas juga sudah mulai meluas,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Untari mengatakan, pulau Sumba yang terkenal dengan keindahan alamnya dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi turis domestik maupun internasional untuk datang dan melihat secara langsung proses pembuatan warna alam beserta pembuatan kain tenun Sumba.

Ia menambahkan, penelitian ini akan menjadi bahan diskusi yang intensif dengan peneliti Amerika saat mereka berkunjung ke Bowling Green University, Ohio, pada akhir tahun ini. Prof. Radhika Gajjala yang menjadi mitra penelitian tersebut merupakan Professor dalam bidang komunikasi dan studi budaya di universitas tersebut.

“Unika Soegijapranata memang sudah menjadi mitra Bowling Green University sejak sepuluh tahun yang lalu dengan fokus utama dalam penelitian dan publikasi ilmiah,” pungkasnya. (Arf)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *