Sekda Apresiasi Kritik dan Saran DPRD Jateng

SEMARANG (Asatu.id) – Dalam rapat paripurna DPRD Jateng, Sekda Jateng, Sri Puryono menyampaikan sejumlah permasalahan bersifat umum dan per-urusan/ khusus.
Dalam penyampaiannya, hal-hal bersifat umum yakni, pertumbuhan ekonomi, kemiskinan,  tingkat pengangguran terbuka, kemitraan eksekutif-legislatif, potensi unggulan daerah, kartu tani, permasalahan lingkungan, aset daerah, pendapatan daerah, belanja daerah, bansos-hibah, dan bantuan keuangan.
Sementara itu, permasalahan yang bersifat per-urusan yakni mengenai pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, sosial, dan persoalan sisa lebih pembiayaan anggaran (SiLPA).
“Persoalan SiLPA sebesar Rp 1,61 triliun antara lain terdiri dari penundaan pembayaran pembiayaan bagi hasil pajak dan retribusi kepada kabupaten/ kota, sisa dana BOS dan Belanja Operasional Pendidikan, serta saldo DAK Fisik yang peruntukannya tidak dapat digunakan untuk kegiatan lainnya,” terang Sri Puryono.
Terkait kritik dan saran yang  disampaikan sejumlah anggota dewan, pihaknya mengapresiasi dan berkomitmen melaksanakan masukan dari DPRD itu untuk memajukan pembangunan di Provinsi Jateng. “Semua ini akan menjadi referensi dalam penyempurnaan dan pelaksanaan APBD mendatang,” tukasnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *