Jateng Terbaik Kedua Pengentasan Penduduk Miskin

SEMARANG (Asatu.id) – Pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah pada Triwulan IV 2017 sebesar 5,27 persen. Angka kemiskinan pada 2017 sebesar 12,23 persen turun 0,96 persen dari 2016 sebesar 13,19 persen.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Jawa Tengah Sri Puryono dalam menyampaikan penjelasan/ jawaban Gubernur Jawa Tengah di Rapat Paripurna Tingkat I Lanjutan di Ruang Rapat Paripurna Gedung Berlian, Kamis (28/6).
“Secara nasional Jawa Tengah menempati urutan terbaik kedua dalam pengentasan jumlah penduduk miskin sebanyak 296,26 ribu jiwa,” ujarnya.
Sekda menerangkan, dalam rangka penanggulangan kemiskinan Pemprov memiliki  beberapa program, seperti pemugaran RTLH, Kartu Jateng Sejahtera (KJS), pengalokasian anggaran untuk kekurangan Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP) dengan APBD Provinsi dan APBD kabupaten/kota.
“Lalu beasiswa bagi siswa miskin dan penyelenggaraan boarding school di tiga SMK Jateng untuk siswa miskin. Selain itu juga ada pendidikan dan pelatihan kewirausahaan serta akses permodalan murah melalui program Kredit Mitra 25 Bank Jateng,”imbuhnya.
Selain itu, Sekda juga menerangkan bahwa Tingkat pengangguran terbuka (TPT) tahun 2017 TPT di Jateng sebesar 4,57 persen lebih baik dibandingkan TPT nasional sebesar 5,5 persen.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *