Dosen UPGRIS Garap Pengelolaan DAS Garang Berbasis Zonasi

SEMARANG (Asatu.id) – Rizky Muliani Dwi Ujianti berhasil mendapatkan gelar Doktor Manajemen Sumberdaya Pantai usai memaparkan disertasinya yang berjudul Strategi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Garang Berbasis Zonasi. Rizky menjalani sidang terbuka ujian doktor di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Diponegoro (Undip) di Gedung Pascasarjana Undip, Pleburan.

Rizky yang merupakan dosen program studi Teknologi Pangan Fakultas Teknik dan Informatika Universitas PGRI Semarang (Upgris) ini menjelaskan penelitianya tersebut bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi fisik dan hidrologis, menganalisis biodiversitas plankton, status pencemaran dan menyusun strategi pengelolaan DAS Garang berbasis zonasi.

“DAS Garang membentang di tiga kab/kota yakni Kab Semarang, Kendal dan Kota Semarang. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya strategi pengelolaan perairan sungai dari hulu ke hilir, yang terintegrasi antar berbagai aspek biogeofisik. Apabila salah satu aspek terganggu, maka akan mempengaruhi kestabilan ekosistem perairan sungai,” ujar Rizky, Kamis (28/6)

Rizky menjelaskan, untuk mempermudah perlu dilakukan pengelolaan DAS berbasis zonasi. Keterpaduan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) di wilayah darat, dan Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP-3-K) di wilayah pesisir, mutlak dilakukan.

“Ini supaya tercipta harmonisasi dan sinkronisasi, dalam pengelolaan sungai yang terintegrasi dari wilayah hulu hingga hilir,” imbuhnya.

Rizky mengaku, penelitiannya dilakukan pada bulan Januari – Desember 2017. Lokasi samplingnya didasarkan pada Pergub Jawa Tengah 156/2010, yang membagi DAS Garang menjadi 7 segmen berdasarkan peruntukannya. Kajian lapang dan laboratorium dilakukan untuk mengevaluasi data kualitas air, indeks pencemaran air, biodiversitas plankton, dan logam berat (Pb) ikan. Wawancara dilakukan kepada pengelola DAS Garang.

“Hasil penelitian menunjukkan bahwa debit air dari analisis koefisien regim sungai berada pada kondisi sedang. Indeks keanekaragaman fitoplankton mencapai 0,506–1,443. Sementara, status pencemaran DAS Garang adalah tercemar ringan, dengan nilai indeks pencemaran 0,91-3,15, tetapi kandungan Pb MGM pada ikan tidak sesuai baku mutu,” pungkas Rizky.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *