32 Persen Pemilih Jateng Tak Bisa Gunakan Hak Pilih

SEMARANG (Asatu.id) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Tengah (Jateng) mengungkapkan, sebanyak 32 persen pemilih tidak bisa menggunakan hak pilihnya dalam Pilgub Jateng 2018.

Ketua KPU Jateng Joko Purnomo mengatakan, 32 persen pemilih tidak bisa menggunakan  hak pilihnya karena berada di luar Jawa Tengah, baik itu berdomisili di provinsi maupun maupun sedang bekerja di luar Jawa.

“Masyarakat yang berada di perantauan hampir semua tidak pulang kampung halaman mereka. Mereka yang tidak kembali ke Jateng terpaksa kehilangan hak pilihnya,” ujarnya, Rabu (27/6).

Terkait masyarakat Jateng yang menjadi TKI yang terdaftar DPT Pilgub, pihaknya tidak bisa memaksakan para TKI tersebut menggunakan hak pilihnya. “TKI kan terikat kontrak kerja dan tidak bisa balik ketika coblosan,” imbuhnya.

Sementara itu, pihaknya menilai pelaksanaan Pilgub hingga siang ini Rabu (27/6) berjalan dengan lancar. Dia juga membantah anggapan bila Pilgub Jateng tidak disosialisasikan secara menyeluruh di semua daerah.

“Tidak benar jika ada masyatakat tidak tahu paslon Pilgub. Kan kita sosialisasikan terus. Bahwa sebagian warga memilih golput itu haknya. Yang penting kita tetap mengimbau semuanya gunakan hak pilihnya. Karena ini kesempatan lima tahun sekali,” tukasnya. (is)

 

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *