TPS Rawan Jadi Perhatian Bawaslu Jateng

SEMARANG (Asatu.id) – Jawa Tengah memiliki tiga dari total 15 indikator kerawanan tempat pemungutan suara (TPS). Ketiganya antara lain kerawanan pemilih yang tidak masuk DPT, pemilih tidak memenuhi syarat masuk DPT, dan pemilih disabilitas.

Hal tersebut disampaikan Divisi Penindakan dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Jateng, Sri Wahyu Ananingsih, Selasa (26/6).

 

“Jumlah secara keseluruhan TPS yang dinyatakan rawan di Jawa Tengah saat ini mencapai 37.716 titik. Jumlahnya ada separuh dari total TPS yang ada saat ini yaitu 63.973 titik,” ujarnya.

Sri Wahyu menerangkan, 10 daerah yang dinyatakan memiliki tingkat kerawanan tertinggi di antaranya Kabupaten Banjarnegara, Wonosobo, Purbalingga dan Wonogiri. Kemudian 11 daerah termasuk kategori kerawanan sedang dan 14 sisanya rendah.

“Ada pula TPS rawan di Kabupaten Magelang, Cilacap, dan Tegal. Dan paling sedikit di Salatiga, Kota Surakarta dan Magelang,” imbuhnya.

Ia menyatakan bakal mengerahkan semua petugasnya untuk memantau langsung TPS rawan saat coblosan berlangsung. Pemantauan melibatkan Panwascam maupun Panwaskel di tiap daerah. “Kita akan turun di titik TPS rawan paling banyak,” tukasnya. (is)

 

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *