27 Juni 2018 Jadi Libur Nasional. Ini Alasan Pemerintah

SEMARANG (Asatu.id) – Pemerintah telah menetapkan 27 Juni 2018 besok sebagai hari libur nasional dalam rangka pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2018.

Ketetapan itu tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 15 Tahun 2018 tentang Hari Pemungutan Suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tahun 2018

Pilkada serentak di seluruh Indonesia akan dilakukan di 171 daerah, dengan rincian dari 34 provinsi di Indonesia 17 di antaranya memilih gubernur, 39 kota memilih wali kota, dan 115 kabupaten memilih bupati.

Presiden Jokowi usai menandatangani surat keputusan itu mengatakan, alasan utama pemerintah memutuskan tanggal 27 Juni sebagai hari libur nasional adalah untuk memberikan kesempatan masyarakat menggunakan hak pilihnya.

Alasan lainnya, menurut Menko Polhukam Waranto, pada saat penyelenggaraan Pilkada serentak akan ada mobilisasi massa. Maksudnya, pemilih yang tinggal di luar daerah pemilihannya akan bergerak untuk memberikan suaranya.

Selain itu, alasan lainnya adalah menghindari adanya kecurangan. Tidak menutup kemungkinan adanya pengerahan massa yang disalahgunakan untuk kepentingan politik.

Sementara menurut Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo, kebijakan libur nasional dilakukan dengan pertimbangan adanya pekerja-pekerja yang memiliki hak pilih namun bekerja di luar daerah pemilihan.

Pemerintah mengimbau semua warga masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya dengan datang ke tempat pemungutan suara (TPS) dan melakukan pencoblosan.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *