Di Mana Lokasi TPS yang Benar? Ini Syarat dan Aturannya Menurut KPU

SEMARANG (Asatu.id) – Komisioner KPU Jateng, Diana Ariyanti mengemukakan, salah satu syarat Tempat Pemungutan Suara (TPS) adalah lokasinya berada di tempat yang mudah dijangkau dan pro pada penyandang disabilitas.

Hal itu disampaikan Diana berkaitan dengan harapan para penyandang disabilitas yang menginginkan ada perhatian khusus dari penyelenggara pemilu untuk Pilgub Jateng, 27 Juni 2018 mendatang.

Mewakili rekan-rekannya, Ketua Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kota Semarang, Linda Fatmawati berharap, tempat pemungutan suara (TPS) ramah terhadap kaum difabel. Penyelenggara pemilu juga tidak mengabaikan hak-hak mereka, dan jika perlu melakukan pendampingan.

Menurut, Diana Ariyanti, syarat lain dari TPS adalah dapat menjamin pemilih menggunakan hak pilihnya secara langsung, umum, bebas, dan rahasia.

Bila TPS di ruang terbuka, lanjut Diana, harus terjamin tidak ada orang lalu lalang di bilik suara. Namun bila di ruang tertutup, pemilih membelakangi tembok saat mencoblos.

Diana juga menegaskan bahwa TPS juga boleh di sekolah, gedung milik pemerintah dan milik masyarakat, tetapi tidak boleh di dalam ruangan tempat ibadah.

Pada Pilgub 2018 ini, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jateng mencatat, dari 27 juta jumlah pemilih, sebanyak 68.857 di antaranya penyandang disabilitas. Sekitar 44 persen atau 30.262 pemilih adalah kalangan perempuan. Selebihnya, 56 persen atau 38.595 pemilih adalah laki-laki. (is)

 

354

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan