Pemudik KA Bludak Jadi Berkah Para Porter

SEMARANG (Asatu.id) – Membludaknya pemudik yang menggunakan transportasi kereta api memberikan berkah tersendiri bagi para porter atau tukang angkut barang yang berada di stasiun Tawang, Semarang.

Isa Santosa, salah seorang porter atau tukang angkut barang yang sudah menggantungkan hidupnya selama kurang lebih 20 tahun sebagai seorang porter di stasiun tawang, menuturkan dirinya merasakan imbas dari ramainya pemudik yang menggunakan kereta api.

“Jika musim mudik tiba porter seperti saya ini banjir rezeki, karena pemudik biasanya membawa barang bawaan banyak sekali jadi jasa angkut kita digunakan oleh mereka,” ujar Santosa saat ditemui Asatu.id, Sabtu (23/6).

Dia mengaku jarang penumpang yang mau menggunakan jasanya untuk mengangkut barang bawaan seperti koper, kardus atau barang-barang yang dirasa berat.

“Sekali angkut biasanya mereka ngasih Rp 20 ribu  hingga Rp 25 ribu. Saya gak matok harga seiklasnya mereka ngasih aja,” papar Santosa.

Dengan usianya yang sudah hampir 70 tahun ini  ia tetap bekerja karena pantang dirinya untuk meminta-minta. (is)

 

 

24

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan