Kebutuhan Susu di Indonesia Mencapai 4 Juta Ton

SEMARANG (Asatu.id) – Kebutuhan susu di Indonesia diperkirakan sebanyak 3,6 – 4 juta ton, akan tetapi hanya terpenuhi dari dalam negeri sebanyak 1,8 – 2 juta ton, sehingga sisanya sekitar 2 juta ton harus diimpor berupa bahan baku susu dari luar negeri.

Mahasiswa Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro, Muhammad Zainul Asror mengatakan berbagai penyakit menyebabkan produktivitas susu sapi perah menurun sehingga membutuhkan impor susu sapu yang merugikan peternak susu sapi, Kamis (21/6).

“Untuk memenuhi kebutuhan susu dan makanan olahan susu pemerintah harus mengimpor bahan baku susu dari luar negeri, hal itu sebenarnya sangat merugikan,” katanya.

Ia menambahkan, penyakit yang menyebabkan menurunnya produktivitas susu sapi dapat dicegah dan disembuhkan.

“Penyakit yang dapat mengurangi produktivitas susu sapi perah dapat dicegah dengan mencelupkan puting ke dalam larutan antiseptik setelah proses pemerahan selesai atau disebut teat dipping,” katanya.

Di sisi lain, sambungnya, penggunaan obat herbal dirasa lebih efektif dibandingkan obat kimia.

“Antiseptik sintetis memiliki beberapa kekurangan yaitu dapat meninggalkan residu kimia pada susu. Daun ubi jalar merah dapat digunakan sebagai alternatif antiseptik karena memiliki senyawa aktif saponin, flavonoid, dan polifenol yang berfungsi sebagai antibakteri dimana mampu menghambat pertumbuhan bakteri,” pungkasnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *