Cagub Jateng Dituntut Selesaikan Konflik Agraria

SEMARANG (Asatu.id) – Jaringan Masyarakat Sipil Untuk Lingkungan Jawa Tengah mendeklarasikan tuntutannya kepada calon Gubernur Jawa Tengah agar menyelesaikan konflik agraria yang terjadi di Jawa Tengah. Kegiatan yang diawali dengan halal bi halal ini merupakan rangkaian kegiatan yang dilakukan di beberapa daerah yang terdampak konflik agraria.

Ketua Panitia Kegiatan, Abdul Gofar mengatakan untuk memperingati Idul Fitri, kegiatan ini digelar sebagai puncak kegiatan yang sebelumnya digelar di daerah-daerah lain, seperti Batang, Rembang, Pati Kebumen dan Kendal yang terdampak konflik agraria, Kamis (21/6).

“Hari ini juga bertepatan dengan debat calon Gubernur Jawa Tengah yang berencana mengangkat isu tentang lingkungan, untuk itu kami ingin mendorong Pempov Jawa Tengah agar menyelesaikan masalah lingkungan di wilayahnya,” ujar Abdul Gofar.

Ia menyayangkan, selama proses kampanye calon gubernur tidak memiliki komitmen menyelesaikan konflik agraria.

“Kami menyayangkan, selama proses kampanye sejak bulan februari tidak ada komiten yang kuat dari kedua kandidat untuk menyelsaikan konflik agraria,” tambahnya.

Di sisi lain, lanjutnya, mereka menuntut KPU untuk dan panelis untuk membahas isu lingkungan.

“Berdasarkan data tahun 2017 di Jawa Tengah ada sekitat 34 konflik agraria, untuk itu kami menuntut KPU dan para panelis untuk mengangkat isu tersebut pada debat calon Gubernur Jawa Tengah,” pungkasnya. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *