Jelang Perayaan Syawalan, Penjual Ketupat Diburu Pembeli

SEMARANG (Asatu.id) – Menyambut tradisi perayaan Syawalan atau sepekan setelah Lebaran, beberapa pedagang selongsong (tempat) ketupat panen pembeli. Di beberapa pasar tradisional, penjual selongsong ketupat yang terbuat dari janur (daun muda kelapa) itu menjajakan dagangannya.

Para pembeli mengaku lebih suka memasak sendiri ketupat, sehingga harus membeli selongsongnya. Asa keasyikan tersendiri memasak ketupat daripada membeli yang sudah jadi.

“Ya suka aja. Kalau bikin sendiri kan asyik, suasananya terasa beda daripada beli ketupat yang sudah jadi. Sekalian nanti masam sayurnya, sambal goreng tahu dan telur atau opor ayam,” tutur Astuti, salah satu pembeli di Pasar Jrakah.

Harga satu selongsong ketupat pun terbilang murah. Lain penjual bisa lain harganya. Ada yang Rp 5.000 hingga 6500 per 10 buah. Tergantung besar kecil ukuranny.

Tetapi kalau sudah ada isinya atau ketupat sudah masaklebih harganya bisa mencapai Rp 15 ribu per lima buah.

“Saya ingin yang praktis saja, beli sekalian isinya. Tinggal nanti masak lauknya, sambal goreng atau opor ayam,” ujar Sunarni, salah seorang pembeli di Pasar Krempyeng Purwoyoso. (is)

 

18

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan