Penanggulangan Rob Banjir di Semarang dan Pekalongan Dialokasikan Rp 1 Triliun

SEMARANG (Asatu.id) – Untuk penanggulangan rob dan banjir di Semarang dan Pekalongan, Kementerian PUPR menggelontorkan anggaran Rp 1 triliun. Kedua wilayah tersebut dinilai menjadi penerima rob terparah.

Direktur Sungai dan Pantai Ditjen SDA Kementerian PUPR Hari Suprayogi, mengatakan, Pengeluaran terbesar berada di Semarang. Di mana ada dua sungai besar yang menjadi prioritas penanggulangan banjir dan rob. Masing-masing Banjirkanal Timur dan Banjir Kanal Barat.

“Selain itu sungai-sungai kecil, seperti Kali Tenggang dan Sringin. Ada pula kolam retensi yang juga berfungsi sebagai penampungan banjir dan rob,” ujarnya, baru-baru ini.

Adapun di Pekalongan ada tiga paket pekerjaan. Di Kabupaten Pekalongan dua paket dan Kota Pekalongan satu paket.

Terkait dengan kendala, Hari mengatakan, kedua wilayah memiliki kendala yang berbeda beda. Salah satu perbedaannya adalah pekerjaan di Semarang melewati jalan-jalan nasional dan provinsi. Sementara di Pekalongan lebih banyak di jalan-jalan daerah.

“Sehingga dampak ekonomi yang dirasakan dari dua daerah ini berbeda. Paket pekerjaan sendiri multiyear hingga akhir 2019,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala BBWS Pemali-Juana Ruhban Ruzziyatno menambahkan untuk tahun ini pekerjaan penanggulangan banjir dan rob di Semarang berjalan baik.

Ia mencontohkan pada musim Angkutan Lebaran 2018 ini Jalan Raya Kaligawe terbebas dari ancaman rob. “Dimana tahun sebelumnya sebagian jalan di Kaligawe ini kan kita tahu terkena rob dan mengganggu perjalanan pemudik. Pastinya akan kami maksimalkan paket-paket pekerjaannya,” tukasnya. (is)

 

 

 

18

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan