Bahasa Indonesia Wajib Dikuasai Tenaga Kerja Asing

SEMARANG (Asatu.id) – Tenaga Kerja Asing (TKA) harus menguasai Bahasa Indonesia sebagai syarat memperpanjang masa Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (IMTA).

Hal tersebut disampaikan Kepala (Disnakertrans) Jateng, Wika Bintang.

“Upaya ini untuk mengontrol dan memastikan TKA tersebut, apakah telah memenuhi persyaratan kualifikasi sebagai pekerja asing secara administrasi. TKA diwajibkan melampirkan sertifikat Bahasa Indonesia saat mengurus Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (IMTA) baru maupun perpanjangan,” ujarnya, beberapa waktu lalu.

Langkah tersebut sebagai upaya mengontrol jumlah TKA yang terus bertambah seiring meningkatnya nilai investasi di provinsi. Menurut Wika, syarat tersebut telah diterapkan pada 2016 lalu.

“Disnakertrans Jateng sendiri telah membentuk Satgas Pengawasan orang asing yang bekerja sama dengan Polda dan Kantor Imigrasi,” imbuhnya.

Berdasarkan data dari Disnakertrans Jateng, jumlah TKA yang bekerja di Jawa Tengah pada tahun 2017 mencapai 2.119 orang. Angka itu meningkat jika dibanding tahun 2016 lalu yang sebanyak 1.986 orang.

Jumlah negara asal TKA 2017 juga meningkat dibanding tahun sebelumnya, dari 50 menjadi 53 negara. Jumlah terbanyak dari Tiongkok 381 orang, Korea Selatan 207 orang, Jepang 105 orang, Taiwan 93 orang, dan India 87 orang. Mereka tersebar di 33 kabupaten/kota se-Jateng. (is)

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *