Pemudik: Ke Semarang Rugi Kalau Tidak Beli Lunpia

SEMARANG (Asatu.id) – Nama jajanan khas Semarang ternyata sudah terpatri di hati para pemudik. Mereka merasa rugi jika datang ke Kota Semarang tidak
membeli atau sekadar mencicipi.

“Keluarga besar saya di Semarang, saya tinggal di Jakarta karena pekerjaan. Setiap mudik pasti mampir beli oleh-oleh khas. Rugi rasanya kalau pulang tidak membeli,” kata Isnadi, salah seorang pemudik.

Isnadi mengaku sudah 12 tahun tinggal di Jakarta karena mendapat pekerjaan di Ibukota. Setiap tahun ia dan keluarganya mudik ke Semarang dan kumpul dengan keluarga besarnya.

Purnomo, pemudik dari Tangerang juga menyampaikan hal yang sama. Sudah enam tahun dia tinggal di luar kota karena membeli rumah di dekat perusahaan tempatnya bekerja. Karena masih punya orang tua di Semarang, setiap Lebaran Purnomo mengajak istri dan dua anaknya mudik.

“Ini kesempatan untuk sekalian beli oleh-oleh. Teman-teman kantor pada nitip. Ada lunpia, wingko, bahkan bandeng presto atau bandeng duri lunak. Mereka ngerti jenis oleh-oleh khas Semarang,” kata insinyur lulusan Unissula itu.

Beberapa jenis oleh-oleh khas Kota Semarang ternyata sangat dikenal di luar. Tidak jarang para pemudik yang pulang kampung atau sekadar singgah di Ibukota Jateng dititipi beberapa jenis jajanan khas itu.

Jajanan khas itu banyak tersedia di Jalan Pandanaran sebagai pusat oleh-oleh khas Kota Semarang. Namun saat ini produk jajanan tersebut juga bisa di peroleh di banyak tempat.

12

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan