KH Ma’ruf Amin Imbau Khatib Untuk Tidak Khotbah Bernuansa Politik

SEMARANG (Asatu.id) – Momen lebaran tahun 2018 terasa sangat sangat spesial. Selain kehadirannya yang selalu ditunggu Umat Muslim, Lebaran tahun ini juga bertepatan dengan pesta demokrasi di beberapa daerah. Pada 27 Juni nanti, sebanyak 171 daerah yang akan mengikuti pemilihan kepala daerah 2018, yang terdiri dari 17 provinsi, 39 kota, dan 115 kabupaten.

Untuk menjaga kesatuan umat muslim, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin menghimbau kepada para khatib shalat Idul Fitri untuk menjaga kerukunan dengan menghindari khutbah-khutbah yang bernuansa politik praktis. Baginya, khutbah-khutbah seperti itu bisa memecah belah umat, terutama mereka yang memiliki pilihan politik beda.

Dilansir dari website Nahdlatul Ulama, KH MA’ruf Amin mengatakan tema khotbah bernuansa politik praktis berpotensi memecah belah Umat Islam, Kamis (14/6).

“Perbedaan aspirasi politik jangan sampai jadi penyebab permusuhan kita anggap perbedaan sebagai biasa-biasa saja,” katanya.

Ia menambahkan, di tahun politik seperti saat ini, Kiai Ma’ruf juga berpesan agar masing-masing calon kepala daerah berkampanye secara santun.

“Dalam kampanye itu harus dilakukan dengan santun jangan ada kampenye hitam yang berpotensi menjelekkan lawan politiknya sehingga menimbulkan kegaduhan di masyarakat,” pungkasnya.

18

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan