Wali Kota Hendi Pantau Arus Lalu-lintas Jelang Lebaran

SEMARANG (Asatu.id) – Tak seperti tahun-tahun sebelumnya, memasuki H-3 Lebaran, arus lalu-lintas di jalur mudik Kota Semarang belum terlihat ada kemacetan berarti yang harus disikapi secara khusus.

Kondisi tersebut didapati saat Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi melakukan pemantauan arus lalu-lintas menjelang Lebaran pada sejumlah ruas jalur mudik di Kota Semarang, Selasa (12/6).

Ruas-ruas tersebut antara lain di Jalan Pamularsih, Jalan , Serta Jalan Madukoro, dan area wilayah Simpang Lima, Kota Semarang.

Bersama jajaran kepolisian dari Polrestabes Semarang, Wali Kota Semarang yang akrab disapa Hendi tersebut berkeliling menggunakan mobil untuk memastikan kenyamanan pemudik yang melintas pada jalan-jalan di Kota Semarang.

Wali Kota beberapa kali singgah ke beberapa posko mudik untuk mengamati kepadatan jalan dari dalam posko terpadu yang didirikan oleh berbagai elemen masyarakat di Kota Semarang.

Saat berada pada Posko Mudik Terpadu Polrestabes Semarang di Krapyak, Kota Semarang, Hendi mengapresiasi upaya pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi yang telah membangun Tol Trans Jawa melewati Kota Semarang.

Pasalnya, walaupun pada mudik lebaran tahun ini baru dapat dibuka secara fungsional, tetapi telah mampu mengurangi kemacetan mudik di Kota Semarang yang bahkan masih terjadi pada tahun lalu.

“Saya rasa dampak pembangunan Tol ini benar-benar terasa di Kota Semarang, seperti yang telihat bahwa ruas-ruas jalan di Kota Semarang masih lancar, sehingga sampai H-3 ini belum perlu diberlakukan Contra Flow,” tegasnya.

Hendi menampik prediksi Kota Semarang yang dikatakan akan menjadi titik kemacetan terparah jalur mudik tahun ini.

“Ditambah lagi dengan adanya kebijakan penambahan cuti bersama dari pak Presiden ini saya rasa sangat tepat, terbukti kemacetan di Kota Semarang tidak terjadi karena kepadatan pemudik terbagi,” pungkasnya.

Sebelumnya prediksi Kota Semarang sebagai titik kemacetan terparah diungkapkan sejumlah pihak melihat baru bisanya tol trans Jawa menuju Kota Seamarang digunakan secara fungsional.

Namun ternyata walaupun baru dapat digunakan secara fungsional, tol tersebut justru terbukti telah mampu mengurangi kemacetan. Padahal di tahun kemarin Hendi masih harus bekerja keras memberlakukan contra flow untuk mengurai kemacetan di sejumlah ruas jalan Kota Semarang. (is)

 

 

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *