Sema’an Alquran, Tradisi Makmurkan Masjid saat Ramadan

SEMARANG (Asatu.id) – Masjid Agung Kauman memiliki tradisi unik untuk memakmurkan masjid saat bulan puasa, yaitu Sema’an Alquran. Tadarusan rutin yang sudah berlangsung sejak tahun 1960 dilakukan di awal 1 Ramadan hingga 26 Ramadan, sehingga pada 27 Ramadan diharapkan para jamaah sudah khatam 30 juz.

Sema’an Alquran dipimpin oleh KH Akhmad Naqib Noor yang merupakan ulama penghafal Alquran dan diikuti tidak hanya jamaah dari Semarang tapi juga luar kota seperti Demak, Grobogan dan Kendal.

Kiai Naqib menjelaskan, sema’an Qur’an merupakan tradisi kuno masih terpelihara baik di Masjid Kauman Semarang setiap datang bulan puasa, Selasa (12/6).

“Pengajian sema’an dimulai seusai salat Dzuhur dan diakhiri waktu Ashar yang diikuti ratusan jamaah. Pengajian itu pun dilaksanakan di serambi depan masjid,” katanya.

Ia menambahkan, sema’an Quran memberikan keyakinan bahwa kepandaian seorang muslim tidak hanya dari rutinitas ibadah, tapi bagaimana pemahamannya dan tafsirnya tentang Alquran dalam kehidupan bermasyarakat.

“Kegiatan membaca Alquran perlu juga dilakukan bagaimana mengetahui makna dan manfaatnya, jadi, belajar tentang tata cara baca Alquran, termasuk makna dan manfaatnya dari baca Alquran,” pungkasnya. (is)

11

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan