Mercon Bumbung, Tradisi Unik Bulan Puasa yang Kian Punah

SEMARANG (Asatu.id) Bagi anda generasi tahun 90 an, bermain mercon bumbung atau dalam Bahasa Indonesia dikenal dengan nama meriam bambu saat Ramadan adalah kegiatan yang selalu dilakukan menjelang buka puasa.

Salah satu permainan tradisional ini telah lama punah ketika adanya koversi minyak tanah ke Gas LPG.

Hendrik, salah satu pemuda asal Gunung Pati yang menceritakan masa kecilnya diisi dengan bermain mercon bumbung saat menunggu waktu berbuka puasa, Rabu (13/6).

“Waktu itu saya masih SD bermain mercon bumbung saat menanti buka puasa. Saat itu anak sekolah banyak waktu libur, jadi kami bermain mercon bumbung setelah mengaji ba’da Salat Asar,” kata pemuda 26 tahun tersebut.

Ia menambahkan, sulitnya mencari minyak tanah dan waktu libur sekolah yang berkurang membuat permainan tersebut kian punah.

“Sebelum adanya konversi minyak tanah ke elpiji kan mudah mendapatkan minyak, sekitar tahun 2005 permainan ini mulai ditinggalkan. Ditambah, sedikitnya waktu libur sekolah saat puasa, sehingga permainan ini tinggal kenangan,” tambahnya.

Di sisi lain, sambungnya, bermain mercon bumbung mengasyikan meskipun sedikit berbahaya.

“Sangat menyenangkan bermain mercon bumbung. Ketika itu kami membayangkan seorang pejuang melawan penjajah dengan meriam. Meskipun orang tua kami khawatir tangan kami terkena percikan api, kami tetap bermain mercon bumbung setiap sore,” pungkasnya. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *