Antisipasi Pasar Tumpah, Dinas Perdagangan Terjunkan Petugas Khusus

SEMARANG (Asatu.id) – Dilema pasar tumpah menjadi persoalan khusus yang mendapat perhatian dari Dinas Perdagangan Kota Semarang. Kondisi itu sangat dikeluhkan pengguna jalan karena mengakibatkan kemacetan arus lalu lintas.

Dinas Pasar akan menerjunkan 40 petugas keamanan dan ketertiban (kamtib) untuk melakukan pengamanan di 52 pasar tradisional. Dari petugas tersebut ada personel yang mendapat tugas khusus mengantisipasi dan memantau terjadinya pasar tumpah.

Kepala Dinas Pasar Kota Semarang, Fajar Purwoto mengatakan, di sepanjang jalur pantura Kota Semarang, setidaknya ada tiga pasar tradisional yang menjadi lokasi atau titik pasar tumpah, yaitu Pasar Karangayu, Pasar Mangkang, dan Pasar Genuk.

“Khusus Lebaran, kami akan melakukan pemantauan mulai H-3 hingga H+3 guna pengamanan pasar. 40 personel kami terjunkan. Mereka kami jadwal piket untuk memantau kelancaran pasar, termasuk memantau tiga tiitik pasar tumpah,” kata Fajar, Rabu (13/6).

Menurut Fajar, selama Lebaran memang perlu ada petugas yang disiagakan, terutama di tiga pasar tradisional tadi, yaitu Pasar Karangayu, Pasar Mangkang, dan Pasar Genuk.

“Setiap kepala pasar di tiga lokasi pasar tumpah itu telah kami perintahkan untuk mengantisipasinya. Kami tidak melarang pedagang mremo, silakan pas H+1 Lebaran, setelah itu harus bersih,” ujar Fajar.

Dari 40 personel yang diterjunkan, lanjut Fajar, dibagi menjadi beberapa tim dengan anggota masing-masing 5 personel. Mereka dalam satu hari tugas dibagi dua shift secara bergantian.

Pasar tumpah biasanya akan berlangsung sampai pagi hari sekitar pukul 09.00. Itu menjadi waktu krusial yang memerlukan pengamanan khusus karena berkait langsung dengan kondisi arus lalu lintas.

10

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan