Alumni Fakultas Hukum Unnes Dukung Gerakan Mahasiswa

SEMARANG (Asatu.id) – Ikatan Alumni Fakultas Hukum Unnes mendukung perjuangan mahasiswa dalam upayanya menolak uang pangkal.

Melalui pers rilis yang dikeluarkannya, baru-baru ini, ikatan alumni menyatakan sikap mendukung gerakan mahasiswa, menuntut rektor memberikan klarifikasi, mengecam segala bentuk pengekangan kebebasan akademik dan memberi bantuan hukum

Ketua Ikatan Alumni Fakultas Hukum Unnes, Muhtar Said mengatakan kebijakan uang pangkal membuka peluang terjadinya jual beli bangku, Rabu (13/6).

“Uang pangkal tersebut membuka peluang terjadinya praktik “jual beli bangku” yang terjadi di dalam jalur seleksi mandiri. Akibatnya akses terhadap pendidikan jalur mandiri hanya akan bisa dinikmati kalangan yang mampu membayar dengan nominal tertinggi,” katanya dalam pers rilis tersebut.

Ia menambahkan, ikatan alumni menuntut rektor untuk memberikan klarifikasi dan mengecam segala bentuk kebebasa akademik

“Kami mendukung Rektor Unnes untuk melakukan klarifikasi dan meminta maaf kepada mahasiswa terhadap peristiwa penabrakan mahasiswa oleh mobil rektor saat terjadinya aksi dan mengecam segala bentuk pengekangan kebebasan akademik,” tambahnya.

Di sisi lain, sambungnya, IKA FH Unnes juga siap memberikan bantuan hukum bagi mahasiswa yang diancam drop out.

“Pusat Bantuan Hukum Ikatan Keluarga Alumni Fakultas Hukum Universitas Negeri Semarang siap menjadi kuasa hukum bagi mahasiswa yang diancam dikeluarkan dari kampus karena melakukan gerakan demokrasi,” pungkasnya. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *