Modus Baru Pedagang Nakal, Daging Sapi Dilumuri Darah Segar

SEMARANG (Asatu.id) – Kepala Dinas Pertanian Kota Semarang, Rusdiana mengatakan, pihaknya sempat menemukan adanya daging sapi yang dilumuri darah segar dengan tujuan mengelabuhi pembeli biar dianggap daging baru. Padahal daging itu merupakan daging sapi lama.

Daging-daging “palsu” tersebut ditemukan saat Dinas Pertanian melakukan sidak mendampingi Sekda Kota Semarang Agus Riyanto, akhir pekan lalu. Sidak dilakukan di Klinik Hewan yang ada di Jalan Slamet Riyadi dan Rumah Potongan Hewan (RPH) di belakang Pasar Barito Baru, Penggaron.

Menurut Rusdiana, pihaknya langsung memberi peringatan kepada penjual daging untuk menarik dagingnya. Bahkan pedagang tersebut juga diberitahu jika masih mengulangi akan diproses secara hukum.

“Di daging itu terlihat darah berwarna merah tua yang menunjukkan daging tersebut tidak layak untuk dikonsumsi. Pedagang tersebut telah kami peringatkan, jika ia mengulangi lagi perbuatannya maka akan kita laporkan ke pihak kepolisian,” tuturnya.

Dalam sidak tersebut, lanjut Rusdiana, pihaknya juga menemukan hati daging sapi yang di dalamnya terdapat cacing hati.

“Namun daging masih bisa dikonsumsi bila kerusakannya hanya 10 hingga 15 persen, dengan cara memotong bagian yang terdapat cacing hatinya. Masyarakat harus hati-hati dan teliti sebelum memutuskan untuk membeli daging,” tambah Rusdiana.

Untuk mengantisipasi terjadinya pelanggaran dalam peredaran daging, tambah Rusdiana, pihaknya akan melakukan pemeriksaan daging-daging sapi dari luar kota secara rutin setiap hari melalui klinik hewan.

“Pedagang yang membawa daging sapi juga harus memiliki surat keterangan kesehatan daging dari RPH di mana mereka menyembelih sapi tersebut. Dan surat keterangan itu hanya berlaku di kota tertulis,” papar Rusdiana. (is)

 

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *