Ada Replika Kabah di MAJT, Bisa untuk Latihan Manasik Haji

SEMARANG (Asatu.id) – Pelepasan burung Merpati menandai peresmian pemanfaatan miniatur Kabah di kompleks Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Senin (11/6). Peresmian itu sekaligus menandai secara resmi penggunaan miniatur Kabah itu untuk keperluan manasik haji.

Peresmian dilakukan langsung oleh Ketua Dewan Pelaksana Pengelola (DPP) MAJT, Prof DR Noor Achmad, didampingi Sekretaris DPP MAJT KH Muhyiddin, dan sejumlah jajaran pengurus lainnya.

“Ini adalah miniatur Kabah yang bisa dimanfaatkan untuk manasik haji. Nanti akan dibangun pula replika makam Ibrahim dan replika Hijir Ismail. Kami berharap masyarakat akan bisa belajar manasik haji di sini,” kata Noor Achmad.

Dengan dibangunnya miniatur Kabah ini, menurut Noor Achmad, nantinya para biro perjalanan ibadah haji juga bisa memanfaatkan sebagai sarana latihan manasik haji. Termasuk anak-anak sekolah juga bisa memanfaatkan untuk belajar bagaimana tentang manasik haji yang baik.

Keberadaan replika Kabah ini, lanjut Noor Achmad, sekaligus sebagai wujud ambisi positig DPP MAJT untuk menjadikan kawasan ini sebagai ‘Little Makkah’.

Replika miniatur Kabah MAJT dibangun dengan biaya sekitar Rp 300 juta yang memakan waktu pembangunan sekitar setengah tahun. Rencananya DPP MAJT juga segera melengkapi dengan fasilitas penunjang lainnya seperti tempat towaf, tempat syai, dan wukuf.

Menurut Noor Achmad, masih banyak prigram DPP yang bakal direalisasikan, misalnya pembangunan Pondok Pesantren Tahfidzul Quran yang letaknya ada di sisi barat daya MAJT.

“Persiapan sudah matang. Lahan juga sudah tersedia. Insya Allah segera kami realisasikan pembangunannya usai Idul Fitri,” kata Noor Achmad yang juga Rektor Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) itu. (is)

 

33

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan