Gandeng Jerman, Polimarin Siap Buka Kelas International Nautika

SEMARANG (Asatu.id) – Politeknis Maritim Negeri (Polimarin) Semarang, terus melakukan inovasi dan pengembangan program dengan menggandeng pihak-pihak lain termasuk institusi pendidikan luar negeri.

Dalam waktu dekat, misalnya, satu-satunya kampus di Indonesia yang secara khusus bergelut dalam bidang pendidikan Maritim itu, siap melakukan kerjasama dengan kampus Hochshule Wismar, bagian dari University of Applied Sciences, Jerman.

“Benar, kami segera merealisasikan joint degree dengan kampus Hochshule Wismar, bagian dari University of Applied Sciences, Jerman, terutama untuk program studi D4 Nautika. Melalui kelas internasional ini nantinya lulusan Polimarin mendapatkan gelar ganda (double degree). Artinya, lulusan Polimarin akan diakui di Jerman, dan sebaliknya,” kata Direktur Polimarin, Dra Sri Tutie Rahayu MSi, belum lama ini..

Menurut Tutie, pihaknya bertekad menjadikan ilmu kemaritiman yang diajarkan di kampusnya sebagai salah satu bidang keilmuan yang bisa berperan melakukan pengelolaan kekayaan alam Indonesia. Untuk itu diperlukan inovasi dan kreativitas khusus agar mencapai hasil maksimal. Salah satunya menggandeng pihak luar.

“Hasil kerjasama itu nantinya bisa menjadi salah satu indikator kemajuan kampus Polimarin dalam menjaga mutu. Dosen Jerman akan mengajar di Polimarin dan dosen Polimarin akan berkesempatan mengajar di Jerman. Pada praktiknya akan ada pertukaran di bidang akademik, pertukaran riset, dan lain-lain,” kata Tutie yang didampingi Ketua Senat Drs Untung Budiarso MH.

Dalam kerjasama dengan pihak Jerman, Polimarin akan menyiapkan 10 mahasiswa hasil seleksi sebelum dikirim ke Jerman. Mereka akan mendapat pelajaran dan pelatihan dari profesor ahli Maritim Jerman.

Ketua Senat Untung Budiarso menambahkan, pihaknya selalu mendukung setiap langkah dan program yang dilakukan pihak kampus.

“Bu Direktur sering melakukan langkah yang spektakuler yang terkadang tidak kami duga sebelumnya. Demi kemajuan akademik, kami sangat mendukung langkah positif itu. Apalagi kini juga sedang dipersiapkan jurusan mekatronika-logistik, termasuk program S-2 bidang Nautika. Ini bagi kami sebuah langkah berani yang perlu didukung bersama, sekaligus sebagai aplikasi penguatan sistem akademik dari sebuah Kampus Bela Negara,” kata Untung.

Kerjasama dengan menggandeng Jerman, tambah Untung Budiarso, menjadi sesuatu yang luar biasa, dalam rangka meningkatkan mutu dan mencetak pelaut-pelaut profesional.

“Dari sisi usia, Polimarin baru berusia lima tahun. Setiap angkatan 100 orang. Tetapi popularitasnya sudah mulai dikenal bahkan merambah sampai luar negeri. Ini fakta dan kami tidak boleh lengah,” katanya.

57

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan