Krisseptiana Hendrar Prihadi : Lebih Suka Sesuatu yang Sederhana Saat Puasa

SEMARANG (Asatu.id) – Bulan Ramadan tidak menjadi alasan bagi seseorang untuk tidak melakukan aktivitas setiap harinya. Justru bulan  Ramadan adalah saat yang tepat untuk tetap beribadah dengan cara menyibukkan diri dengan aktivitas seperti biasanya.

Seperti  halnya yang dilakukan oleh Krisseptiana Hendrar Prihadi. Menjadi Ketua Tim Penggerak PKK Kota Semarang serta menjadi istri dari seorang Walikota  Semarang, membuat dirinya sibuk dengan berbagai kegiatan. Termasuk di bulan suci Ramadan tahun ini.

Di antaranya, yaitu bekerja sama dengan beberapa dinas, sosialisasi, mengikuti jadwal tarling, menghadiri beberapa bazar mendekati Lebaran serta kegiatan kegiatan Ramadan lainnya. Termasuk menghadiri berbagai undangan buka puasa.

Meski mengaku tidak terlalu sering menghadiri kegiatan buka puasa bersama, perempuan cantik ini ternyata punya beberapa kebiasaan di bulan Ramadan.  Di antaranya yaitu, menyiapkan menu  buka puasa dan sahur untuk  keluarga.

“Biasanya kalau sore itu ya nyiapin dan monitoring apa makanan makanan yang lagi dipengen suami dan anak-anak. Walaupun kadang pulang kerja tiba tiba suami udah bawa makanan yang diinginkan,” ujarnya saat ditemui di Balai Kota Semarang.

Ditanya soal makanan makanan khusus yang wajib disantap saat bulan Ramadan. Ibu tiga anak ini mengaku tidak pernah menyiapkan menu khusus. Dirinya lebih senang mengonsumsi makanan-makanan sederhana seperti mendoan yang dibuat sendiri, sayur asem atau masakan yang segar lainnya.

Beruntung, putra putrinya pun tidak pernah rewel soal makanan. Sehingga bisa menyesuaikan kebiasaan sederhana kedua orang tuanya  yang juga  lebih menyukai  masakan masakan simple untuk sahur.

Ia pun punya cara tersendiri untuk membagi  waktu antara keluarga dan masyarakat. Terlebih saat harus menghadiri jadwal terawih  keliling. Saat harus mengikuti jadwal terawih keliling, biasanya ia menyempatkan diri dulu sebentar  untuk buka bersama keluarga.  Kemudian  baru berbaur dengan masyarakat untuk terawih bersama.

“Ya harus bagi bagi waktu, intinya kita atur lah waktunya  supaya ke keluarga ada, ke masyarakat juga ada,” tambahnya.

Hal lain yang sesekali ia lakukan agar tetap dekat dengan anak-anak adalah mengajak ngabuburit anak-anak dengan menonton bioskop siang hari sebelum berbuka. Tujuannya yaitu agar anak-anak juga tetap mendapatkan perhatian darinya.

Di bulan yang penuh berkah ini, perempuan yang murah senyum ini  juga berharap agar masyarakat Kota Semarang semakin peduli terhadap lingkungan.

“Biar bagaimana pun di Semarang ini juga masih ada beberapa masyarakat yang kurang mampu. Harapannya supaya ke depannya  perhatian masyarakat yang mampu terhadap yang kurang beruntung atau kurang mampu itu semakin kental  dan terasa lagi,” tandasnya.

 

26

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan