Takmir Masjid Al Ikhlas Minta Hendi Sumbangkan Tanah Pemkot untuk Madrasah

SEMARANG (Asatu.id) – Pengurus Takmir Masjid Al Ikhlas Perum BPI, Kelurahan Purwoyoso, Kecamatan Ngaliyan melalui Ketua Takmir H Abdul Kholik, meminta Wali Kota Semarang mengizinkan penggunaan tanah yang ada di samping masjid untuk dibangun fasilitas madrasah diniyah (PAUD).

Permintaan itu disampaikan Abdul Kholik di hadapan Wali Kota Hendrar Prihadi yang menghadiri kegiatan tarawih keliling (Tarling) di Masjid Al Ikhlas, Selasa (5/6).

“Masjid ini dibangun dengan swadaya dan kebersamaan masyarakat. Kami ingin ada pengembangan, khususnya fasilitas pendidikan. Nah, di samping masjid ini ada tanah kosong dan mangkrak milik pemkot. Mungkin, dengan seizin Pak Wali, lahan itu bisa kami manfaatkan untuk fasilitas pendidikan agama atau madrasah,” kata Abdul Kholik.

Menanggapi permintaan itu, wali kota dalam sambutannya menyampaikan pemkot pada prinsipnya tidak keberatan dengan keinginan takmir masjid dan warga. Namun semua harus ditempuh dengan prosedur.

“Ibaratnya jabatan wali kota itu outsourcing, hanya lima tahun. Hendi jadi wali kota tidak berarti semua bisa diputuskan dan dilakukan sendiri. Termasuk harus mengizinkan lahan kosong itu untuk kegiatan pendidikan. Prinsipnya saya mendukung, tapi secara prosedural saya mohon segera mengajukan permohonan biar ditindaklanjuti,” tutur wali kota yang langsung mendapat applaus jamaah yang hadir.

Pihak takmir pun menyanggupi syarat yang disampaikan wali kota dan berjanji akan memanfaatkan lahan secara maksimal.

Sementara wali kota berpesan agar keinginan pihak takmir menambah fasilitas pendidikan di area masjid, diikuti keseriusan dan niat yang tulus. (is)

 

21

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan