Disporapar Jateng Sambut Pemudik dengan Banyak Event

SEMARANG (Asatu.id) – Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Jawa Tengah siap menggelar beragam acara untuk menyambut meriah mudik Lebaran 2018 di sepuluh kabupaten dan kota se-Jawa Tengah.

Berbagai kegiatan menarik seperti bazaar kuliner, kegiatan seni budaya hingga kegiatan religi siap digelar di sepuluh kabupaten dan kota se-Jawa Tengah untuk menyambut kedatangan pemudik di kampung halaman sejak 5 Juni 2018 hingga sepekan setelah Idul Fitri.

Kepala Bidang Pemasaran Disporapar Ida Bagus Ketut Alamsyah mengatakan gelaran akan diselenggarakan di Kabupaten Pekalongan, Grobogan, Rembang, Boyolali, Pati, Klaten, Wonogiri, Banyumas, Sragen dan Kota Semarang.

“Kegiatan ini digelar untuk menyambut para pemudik yang akan berlebaran bersama keluarga di kampung halaman,” ucapnya.

Alamsyah menambahkan, selain untuk menyambut pemudik yang datang, kegiatan tersebut juga sebagai bentuk promosi potensi wisata di Jawa Tengah.

“Sebagai bentuk promosi, kegiatan ini dilakukan secara bergantian di beberapa tempat wisata dengan tarif seperti hari biasa tanpa ada kenaikan harga tiket,” tambahnya.

Selain itu, lanjutnya, untuk memberikan layanan terbaik bagi para wisatawan Dinas Pariwisata membuka nomer aduan bagi warga jika terjadi masalah.

“Jika terjadi masalah, wisatawan dapat mengadu ke layanan telephone dengan no 024 – 3515451 dan media sosial atau melapor langsung pada posko layanan informasi dan pengaduan wisatawan (Tourist Information Center) di Jalan Pemuda, Kota Semarang,” terangnya.

Di sisi lain, sambung Alamsyah, Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah juga mengimbau kepada para pelaku wisata untuk berbenah diri menyambut kedatangan pemudik yang ingin berekreasi bersama keluarga.

“Kami mengimbau kepada seluruh pelaku wisata untuk segera menata sarana dan prasarana yang dikelola mulai dari tempat parkir, kebersihan, toilet hingga keamanan. Jangan sampai pengunjung merasa kecewa hingga enggan datang kembali dan berdampak pada sepinya pendapatan seluruh pelaku wisata,” pungkasnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *