Penertiban PKL Anjasmoro dan Madukoro untuk Lancarkan Arus Lalin ke Bandara

SEMARANG (Asatu.id) – Kepala Satpol PP Kota Semarang, Endro PM menegaskan, razia pedagang kaki lima (PKL) di tepi Jalan Anjasmoro dan Madukoro, Senin (4/6), dilakukan sebagai upaya mendukung pengoperasian bandara baru Ahmad Yani. Apalagi para PKL tersebut juga menempati bahu jalan sehingga mengganggu ketertiban.

Jalan Anjasmoro dan Madukoro setiap harinya dipenuhi arus lalu-lintas, terutama waktu jam berangkat atau pulang kerja. Jika bandara baru sudah beroperasi, dipastikan arus lalu-lintas di dua jalan tersebut akan semakin padat, sehingga berpotensi macet.

Dalam penertiban yang melibatkan puluhan personel Satpol PP tersebut, sebanyak 24  PKL terjaring razia. Beberapa barang milik PKL seperti lapak pun diamankan petugas.

“Mereka menempati bahu jalan, maka kami tertibkan. Apalagi sebentar lagi bandara baru dioperasikan. Sehingga dengan penertiban ini bisa memperlancar arus lalu lintas menuju bandara,” kata Endro.

Selama ini, lanjut Endro, PKl yang terjaring razia tersebut menggelar berbagai usaha seperti warung makan, bengkel, cuci motor, potong rambut, jasa duplikat kunci dan lain-lain. Sebelum ditertibkan, para PKL juga sudah diberi peringatan tentang pelanggaran yang dilakukan.

“Namun hingga batas waktu yang ditentukan, yaitu pada Minggu (3/6), para PKL tetap masih berjualan. Padahal pihak Kecamatan Semarang Barat juga sudah memperingatkan,” paparnya.

Endro menambahkan, para  PKL  yang barangnya diamankan petugas bisa mengurus ke kantor Satpol PP untuk mendapatkan barangnya lagi. Sedangkan PKL yang ingin mendapatkan tempat baru di pasar-pasar milik pemkot bisa mengurus ke dinas perdagangan. (is)

 

18

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan