Humas Unnes: Demo Mahasiswa Tidak Tepat Sasaran

SEMARANG (Asatu.id) – Aksi damai yang dilaksanakan oleh mahasiswa Unnes, Senin (4/6), disinyalir kurang tepat sasaran. Tuntutan tentang uang pangkal sudah disampaikan kepada pimpinan Unnes dan telah ditindaklanjuti oleh Unnes pada dialog yang dilaksanakan sebelumnya tanggal 23 Mei 2018.

“Beberapa peserta aksi nampaknya masih belum memahami beberapa konsep uang pangkal yang diberlakukan Unnes. Uang pangkal yg diberlakukan UNNES hanya berlaku untuk Seleksi Mandiri sesuai dengan Permenristekdikti Nomor 39 Tahun 2017,” kata Humas Unnes Hendi Pratama SPd MA.

Ia menambahkan, besaran uang pangkal bebas dipilih oleh calon mahasiswa.

“Besaran uang pangkal bebas dipilih oleh calon mahasiswa mulai golongan I Rp 5 juta, golongan II Rp 10 juta, golongan III Rp 15 juta, golongan IV Rp 20 juta dan golongan V Rp 25 juta, serta calon mahasiswa berprestasi bisa mengajukan uang pangkal Rp 0. Selain itu, calon mahasiswa boleh memilih uang pangkal sesuai kemampuan ekonomi,” tambahnya.

Di sisi lain, sambungnya, mengenai transparasi dana yang ditanyakan mahasiswa pihak Unnes memiliki transparasi keuangan yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Mengenai transparansi yang ditanyakan oleh mahasiswa, Unnes memiliki laporan keuangan yang diperiksa oleh kantor akuntan publik dan BPK. Laporan keuangan Unnes Wajar Tanpa Pengecualian. Jika yang dituntut adalah hapus uang pangkal, maka tuntutan ini salah sasaran karena yang mengeluarkan peraturan adalah Kemenristekdikti. Unnes hanya menjalankan aturan sesuai permenristekdikti,” sambung Hendi.

Ia menyayangkan aksi yang dilakukan mahasiswa di bulan Ramadan kali ini yang dirasa tidak tepat sasaran.

“Aksi semacam ini kurang tepat dilaksanakan pada bulan Ramadan karena kurang menghormati bulan suci dan juga berpotensi dehidrasi,” tandasnya. (is)

321

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan