Tolak Uang Pangkal, Ribuan Mahasiswa Unnes Turun ke Jalan

SEMARANG (Asatu.id) – Ribuan mahasiswa melakukan aksi demonstrasi menolak diberlakukannya uang pangkal yang dibebankan pada mahasiswa baru tahun 2018 melalui jalur seleksi mandiri, Senin (4/6).

Aksi tersebut diwarnai adu mulut mahasiswa dengan petugas keamanan yang menahan massa untuk tidak berorasi di halaman Rektorat Unnes.

Koordinator aksi melalui humasnya, Bintang Indrawangsa Susanto mengatakan aksi ini dilakukan berdasarkan keresahan mahasiswa baru yang mengeluhkan mahalnya uang pangkal. “Sebenarnya uang pangkal bukan hal baru lagi di Unnes, beberapa tahun yang lalu kami sempat melakukan protes terkait mahalnya uang sumbangan pembangunan intitusi,” ucapnya.

Ia menambahkan, mahasiswa menuntut untuk kebijakan uang pangkal dihapuskan.

“Kami merasa ada ketidakberesan terhadap kebijakan ini. Mahasiswa menuntut untuk dihapuskan kebijakan ini karena mahasiswa juga sudah terbebani oleh mahalnya biaya Uang Kuliah Tunggal,” tambahnya.

Di sisi lain, sambungnya, uang pangkal yang ditetapkan oleh Unnes berkisar antara Rp 25 juta hingga Rp 40 juta.

“Besaran uang pangkal yang ditetapkan berkisar antara Rp 25 juta hingga Rp 40 juta. Seharusnya semangat UKT itu kan menghapuskan uang sumbangan, tapi tahun ini diterapkan lagi uang pangkal, untuk itu kami menuntut rektor menghapus kebijakan tersebut,” tandasnya. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *