Jatirejo Sentra Produksi Kolang-Kaling Terbesar di Kota Semarang

SEMARANG (Asatu.id) Makanan khas bulan Ramadan selalu identik dengan kolang-kaling. Kolang kaling merupakan buah aren makanan unik, di mana memiliki banyak penggemar karena teksturnya yang kenyal, sedikit lebih keras dari sari kelapa (nata de coco).

Di Kota Semarang, tepatnya Kelurahan Jatirejo. Kecamatan Gunungpati terdapat sentra pembuatan kolang-kaling secara tradisional dan sering disebut dengan “Kakola” atau Kampung kolang-kaling. Hal tersebut karena mayoritas warganya merupakan pengrajin kolang-kaling, bahkan terbesar di Semarang.

Dwi Sayekti Kadaruni, Sekretaris Kelompok Darma Wisata Jatilanggeng menuturkan pengerajin kolang-kaling di Desa Jatirejo sebanyak 20 pengrajin. Mereka proses kolang-kaling secara tradisional.

“Jumlah pengerajin kolang-kaling di Kelurahan Jatirejo dulu sekitar 50 orang. Pada saat kolanh-kaling Berjaya, hampir warga satu kelurahan menjadi pengrajin kolang-kaling. Seiring berjalannya waktu, jumlah pengrajin mulai berkurang dan hanya tersisa 20 pengrajin saja,” ujar wanita yang kerap disapa Ninik kepada Asatu.id, Minggu (3/6).

Ia menambahkan dari keselurahan jumlah kepala keluarga (KK) Jatirejo sebanyak 500 KK, setiap bulan Ramadan mayoritas warga beralih profesi menjadi pengrajin kolang-kaling. Sementara beberapa warga setiap hari bergelut sebagai pengrajin kolang-kaling.

“Jika Ramadhan tiba, hampir seluruh warga Jatirejo mengolah kolang-kaling, karena biasanya pesanan kolang-kaling akan meningkat drastis. Pembelinya juga ada yang berasal dari luar kota,” jelas Ninik.

Kampung Jatirejo tidak hanya memiliki keunggalan di sentra pembuatan kolang-kaling, namun wilayah ini juga sebagai desa wisata, seperti adanya river tubing dan homestay di Kelurahan Jatirejo. Wisatawan yang datang pun juga bisa teredukasi dengan pembuatan kolang-kaling. (is)

 

 

 

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *