Begini Cara Pembuatan Kolang-kaling di Jatirejo

SEMARANG (Asatu.id) Kolang-kaling buah aren yang sangat digemari masyarakat, terutama saat berbuka puasa pada bulan Ramadan. Cemilan yang menyegarkan ini tak kalah enaknya dengan kurma jika disantap saat berbuka puasa. Namun siapa sangka pembuatan kolang-kaling membutuhkan proses yang sangat lama hingga siap untuk disantap.

Muslimin, salah seorang pengrajin kolang-kaling asal Desa Jatirejo, Gunungpati Semarang menuturkan proses pembuatan kolang-kaling membutuhkan waktu yang sangat lama dan rumit.

“Buah aren yang sudah yang diambil dari pohonnya dikumpulkan dahulu kemudian dipisahkan dari batangnya. Buah yang sudah dipisah lalu direbus kurang lebih sejam. Setelah matang, buah aren dikupas dengan cara dibelah berdasarkan posisi biji aren yang akan diambil,” ujar Muslimin kepasa Asatu.id, Minggu (3/6).

Proses pemisahan buah aren dengan batangnya pun juga harus berhati-hati kalau tidak akan terkena getah aren yang sangat gatal, setelah biji aren diambil kemudian ditumbuk.

“Semua proses dilakukan secara manual. Proses penumbukan dilakukan agar buah aren menjadi pipih serta tahu tingkat kematangannya. Setelah dipipihkan buah aren direndam selama 3 hingga seminggu baru jadi kolang-kaling,” jelas Muslimin.

Jelang Ramadan tiba muslimin bisa memproduksi sampai 1 ton untuk sekali produksi, kemudian ia jual dalam partai besar dipasar-pasar tidak hanya di Kota Semarang saja.

“Biasanya saya jual Rp 10 ribu per kilonya, di pasar juga sudah ada pengepulnya. Kalau kolang-kaling sudah siap dijual ya tinggal antar saja,” pungkas pria yang sudah menjadi pengrajin kolang-kaling sejak tahun 70-an ini. (is)

 

 

 

 

30

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan