Inang Winarso Minta Regulasi Terkait Prostitusi di Semarang

SEMARANG (Asatu.id) – Koalisi Masyarakat Sipil Kota Semarang meminta pemerintah Kota Semarang untuk membuat regulasi terkait masalah prostitusi di Semarang.

Direktur Eksekutif Lembaga Pemberdayaan Studi Ekonomi Kerakyatan (LPSSEK), Inang Winarso menyampaikan pemerintah tak bisa melihat persoalan di lokalisasi dengan menyalahkan wanita pekerja seks komersial.

“Permintaan regulasi terkait masalah prostitusi tersebut muncul setelah munculnya rencana pemerintah Kota Semarang yang hendak menutup Lokalisasi Argorejo atau Sunan Kuning,” ujar Inang, Jumat (1/5).

Dengan menertibkan pengguna jasa. Sebab kata Inang, berdasarkan data nasional, terdapat 230.000 pekerja seks komersial dengan jumlah pengguna mencapai 4 juta.

“Bahwa perempuan yang disalahkan, perempuan yang tidak bermoral, itu terus kan yang diumumkan oleh tokoh – tokoh. Sumber masalah selalu disebut di perempuannya. Nah kita harus ubah bahwa itu tidak adil, perempuan itu adalah korban,”jelas Inang.

Pelaku sesungguhnya inilah yang harus kita tertibkan. Pelaku sesungguhnya adalah kaum laki – laki yang harus ditertibkan.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *