Disdag Cari Solusi Turunkan Harga Daging Ayam

Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang Fajar Purwoto (dyab/asatu.id)

SEMARANG (Asatu.id) – Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Semarang, Fajar Purwoto mengakui, beberapa hari menjelang Lebaran, harga daging ayam di beberapa pasar mengalami kenaikan, khususnya di pasar tradisional. Kenaikan harga itu diketahui dari hasil sidak yang dilakukan timnya.

“Memang ada kenaikan meski tidak signifikan, khususnya daging ayam. Kenaikan antara Rp 2.000-Rp 3.000 per kilo. Tapi itu tergantung tawar menawar antara pembeli dan pedagang di pasar. Kalau di mal kenaikannya sedikit, misalnya dari Rp 19.000 menjadi Rp 20.000,” kata Fajar.

Atas kenaikan harga daging ayam itu, Dinas Perdagangan Kota Semarang saat ini sedang mencari solusi sebagai langkah pengendalian agar harga tidak terus melonjak. Di samping itu, menurut Fajar, pihaknya juga melakukan antisipasi agar kenaikan harga tidak terjadi pada kebutuhan bahan pokok lainnya.

“Kami terus mencari solusi. Salah satunya kami akan minta teman-teman pemasok daging ayam untuk rutin mengirim. Dengan stok cukup kami berharap harga bisa kembali stabil. Kalau pun ada kenaikan tidak signifikan,” tutur Fajar.

Untuk mengendalikan harga agar tidak melonjak, lanjut Fajar, pihaknya juga telah menggelar pasar murah di 17 tempat yang berbeda. Ada beberapa komoditas yang dijual dengan harga lebih murah, seperti minyak, beras, daging, dan lainnya.

“Memang tujuannya untuk menjaga agar harga tetap stabil di tengah kebutuhan masyarakat yang meningkat menjelang Lebarang,” tambahnya. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *