E-Retribusi Rambah Pedagang Pasar Krempyeng dan PKL

SEMARANG (Asatu.id) – Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto mengatakan, sistem e-retribusi akan dikenakan kepada semua pedagang di Kota Semarang, termasuk pedagang pasar krempyeng dan para Pedagang Kaki Lima (PKL).

“Sistem retribusi tidak hanya berlaku bagi pedagang pasar tradisional saja. Pedagang pasar krempyeng dan PKL juga dikenai siatem pembayaran ini. Kami dan pihak bank yang menjadi mitra akan melakukan sosialisasi dan pelatihan supaya para pedagang paham,” kata Fajar, di sela-sela launching e-retribusi pedagang pasar di Pasar Sampangan.

Launching yang dilakukan oleh Walikota Hendrar Prihadi itu dihadiri Wakil Wali kota Hevearita Gunaryanti Rahayu, CEO BNI 46 Wilayah Semarang M Harsono serta perwakilan pedagang.

Fajar menambahkan, total pedagang dari seluruh pasar yang akan menerapkan e-retribusi ada 28 ribu pedagang. Jumlah itu tersebar di 52 pasar.

Pihak pemkot, lanjut Fajar, menggandeng beberapa bank pemerintah sebagai mitra dari pelaksanaan sistem e-retribusi pedagang, yaitu Bank Jateng, Bank BNI dan Bank BTN.

“Misalnya Bank Jateng, akan menangani 16 pasar yang masuk UPTD Pedurungan dan UPTD Jatingaleh. Sekarang BNI 46 UPTD Karangayu dan UPTD Bulu. Jadi total sudah 30 pasar. Sisanya nanti mudah-mudahan setelah Lebaran dari BTN siap di-launching,” tambah Fajar. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *