Berapa Tarif Retribusi Pedagang lewat Elekteonik? Begini Cara Menghitungnya

SEMARANG (Asatu.id) – Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto menguraikan, besaran tarif e-retribusi akan disesuaikan berdasarkan luasan lahan kios, los atau tempat jualan pedagang dengan Perda penataan pasar saat ini.

“Kalau tarif semua sama, tergantung luasan. Kan ada yang 600, ada yang 500, tergantung yang pedagang miliki. Misalnya dia memiliki kios 2×2 berarti kan 4, kali 500 rupiah jadi 2.000 rupiah per hari. Untuk los dan pancakan berbeda karena ada Perda dari penataan pasar itu,” katanya.

Hal itu diuraikan Fajar usai acara peluncuran program e-retribusi Pelayanan Pasar yang dilakukan Walikota Hendrar Prihadi di Pasar Baru Sampangan, Kamis (31/5). Ikut hadir Wakil Wali kota Hevearita Gunaryanti Rahayu dan CEO BNI 46 Wilayah Semarang M Harsono.

Menurut Fajar, pihaknya butuh waktu beberapa bulan untuk menerapkan e-retribusi ini, karena harus menghadapi para pedagang yang rata-rata belum paham teknologi.

“Pihak bank mau melakukan sosialisasi dan pembelajaran, sehingga para pedagang saat ini tidak kesulitan. Kami juga butuh waktu, Insya Allah kita bisa lebih baik. Kalau kesalahan pastilah sementara ada  karena petugas kita juga belum familier dengan peralatan yang ada,” tambah Fajar. (is)

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *